Pembekalan 125 Timsel Anggota Bawaslu Provinsi, Lolly Ingatkan Soal Keterwakilan Perempuan

0
135
Timsel Anggota Bawaslu Provinsi saat menandatangani pakta integritas di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Bawaslu Kabupaten Karo, Jakarta,- Sebanyak 125 orang secara sah melaksanakan tugas sebagai tim seleksi (timsel) Anggota Bawaslu Provinsi setelah mendapatkan pembekalan dan menandatangani pakta integritas di Jakarta, Rabu (8/6/2022) malam. Nantinya para timsel akan bekerja selama tiga bulan dalam proses penjaringan di 25 provinsi yang habis masa tugas tahun 2022.

Dalam pembekalan bagi 125 timsel ini diberikan pemahaman mengenai prosedur tata cara proses dan tahapan perekrutan hingga mengenai urusan adminitrasi. Koordinator Divisi sumber daya manusia SDM dan Organisasi (SDMO) Bawaslu Herwyn JH Malonda mengungkapkan telah disepakati timsel akan bekerja selama tiga bulan hingga Agustus mendatang dalam kesekretariatan yang terpisah dengan sekretariat Bawaslu provinsi.

Hal ini menurutnya sebagai upaya menjaga independensi timsel dari benturan kepentingan seperti adanya calon petahana. “Nanti timsel perlu memperhatikan rekam jejak calon anggota Bawaslu provinsi yang petahana dan disampaikan seadanya (sebenarnya/sejujurnya). Jangan sampai malah ditambah-tambahkan atau dikurangi,” katanya saat menutup Rapat Pembekalan Timsel dan Sekretariat Timsel Rekrutmen Bawaslu Provinsi.

Dia memina para timsel dapat segera mempelajari pedoman perekrutan sehingga dapat mempersiapkan segala kebutuhan penunjang. “Bapak/Ibu sudah mendapatkan pembekalan dari kemarin mulai dari tata cara sampai persoalan administrasi. Selamat bekerja, semoga bisa menjaga komitmen dalam mencari kader terbaik,” imbuh dia.

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menitipkan pesan soal pentingnya keterwakilan perempuan yang menjadi amanat khusus dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia. “Hal yang belum diatur dalam pedoman seperti keterwakilan perempuan sebenarnya menjadi kekhususan yang perlu diatur dalam persepktif yang harus sama dan clear. Meski ada bobot penilaian saya menitipkan spirit untuk mempertimbangkan secara arif dan bijaksana mengenai keterwakilan perempuan ini,” ujarnya.

Dia meminta, agar para timsel dapat mengikuti pedoman dengan pemahaman yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Apabila belum mendapatkan kesepahaman segera konsultasikan. Jika masih ada yang masih multi-tafsir pasca-pertemuaan ini maka segera koordinasikan karena sebenarnya ini kerja yang terukur,” tuturnya.

Anggota Bawaslu Puadi menambahkan, seleksi Bawaslu provinsi merupakan pelaksanaan amanat Pasal 95 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Dirinya berharap hasil perekrutan dapat membentuk anggota Bawaslu provinsi yang profesional dan berintegritas.

Mantan Anggota Bawaslu DKI Jakarta ini berpesan kepada tim seleksi agar dapat menitikberatkan kepada tiga aspek penilaian yaitu, kualitas etika, aspek moral, dan aspek intelektual. “Mengawasi pemilu itu bukan pekerjaan mudah. Butuh integritas dan dukungan masyarakat,” sebutnya.

Perlu diketahui, acara ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu Gunawan Suswantoro, para pejabat di lingkungan Bawaslu. Ada pula beberapa mantan Anggota Bawaslu yang menjadi anggota timsel seperti Wahidah Suaib, Widyaningsih, dan Ratna Dewi Pettalolo. Secara seimbolis ketiga pimpinan Bawaslu didampngi Sekjen Bawaslu menyaksikan penandatangan pakta integritas oleh dua perwakilan timsel yakni Lita Tyesta (Jawa Tengah) dan Wahyu Gusna (Bangka Belitung).

Ditulis oleh Ranap Tumpal 

Sumber : Bawaslu RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here